Elektabilitas Ahok Kian Menurun Jelang Pilkada DKI

0
154

INILAHCOM, Jakarta – Menjelang pendaftaran bakal calon Gubernur DKI, kandidat incumbent Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terus menurun sehingga membuka peluang untuk lawan-lawan petahana di Pilkada DKI 2017. Hal ini berdasarkan Lembaga Survei Politik Indonesia (LSPI).

Direktur Riset LSPI, Julpan Haris mengatakan survei dilakukan tanggal 22 sampai 28 Agustus 2016 dengan metode multistage random sampling berjumlah sampel 440 responden, margin of error sebesar 4,8 persen pada tingat kepercayaan 95 persen.

Ia menjelaskan dalam survei di lapangan, terjadi gejala penurunan suara elektabilitas terhadap bakal calon petahana Gubernur Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) jika dibandingkan dengan survei LSPI sebelumnya.

“Pada simulasi 4 nama calon Gubernur, Ahok dipilih oleh 35 persen, Yusril Ihza Mahendra sebesar 30,4 persen, Tri Rismaharani (Risma) 11,2 persen, dan Sandiaga Uno 5,8 persen dengan angka yang belum memutuskan sebesar 17,6 persen,” kata Haris di Jakarta, Sabtu (3/9/2016).

 

Ia menambahkan pada survei LSPI sebelumnya dengan simulasi 4 nama yakni Ahok mendapatkan 36,2 persen, Yusril 28,6 persen, Risma 9,4 persen, dan Sandiaga Uno 3,1 persen. “Pada data top of mind, Ahok cenderung terus turun, sementara penantangnya cenderung naik,” ujarnya.

Menurut dia, turunnya suara Ahok berdasarkan pengakuan responden adalah banyaknya persoalan di DKI yang dianggap tidak mampu diselesaikan, serta banyaknya kontroversi personality Ahok yang berkembang di media massa.

“Kecenderungan penurunan ini paralel dengan angka ketidakpuasan masyarakat terhadap kinerja Ahok dalam persoalan pelayanan publik, terutama persoalan kemacetan yang dianggap responden justru semakin meningkat,” ujarnya.

Di samping itu, publik menilai Ahok terlibat dalam kasus dugaan korupsi reklamasi, Sumber Waras dan lahan Cengkareng. Sehingga, hal tersebut sangat mempengaruhi elektabilitas Ahok yang ingin kembali maju bertarung di Pilkada DKI 2017. [rok]

Tinggalkan Komentar