Survei

Indonesia pasca pemerintahan orde baru menerapkan demokrasi yang sesungguhnya, pemilihan langsung oleh rakyat bukan saja terhadap anggota legislatif, bahkan terhadap calon semua eksekutif diberbagai tingkatan. Sebagai akibat proses demokratisasi yang terjadi ini terjadi peningkatan peranan masyarakat dalam menentukan figure kepemimpinan.

Hal ini berkelindan dengan sistem politik Indonesia saat ini yang telah memberlakukan pemilihan kepala daerah secara langsung. Konsekuensi logis pemberlakuan pemilihan kepala daerah secara langsung, maka para kandidat kepala daerah berupaya keras untuk mendapatkan kepercayaan dari para pemilih. Oleh karena itu para kandidat mutlak untuk memahami peta politik, kekuatan dan kelemahan kandidat dan tim menurut publik  dan perilaku pemilih dalam pilkada.

TUJUAN SURVEI

  1. Mendapatkan peta politik menjelang pelaksanaan Pilkada
  2. Mendapatkan faktor sikap dan norma subyektif masyarakat yang mempengaruhi pilihan dalam Pilkada.
  3. Mengukur tingkat popularitas dan tingkat elektabilitas Kandidat.
  4. Mengukur dan mengetahui dengan siapa akan berpasangan untuk memenangkan kontestasi.
  5. Mengukur sebaran popularitas, likebilitas dan elektabilitas.
  6. Mengukur kinerja pemerintah daerah (incumbent) secara umum .
  7. Mendapatkan isu/program yang diminati masyarakat sebagai bahan kampanye.

METODOLOGI SURVEI

  1. Multistage Random Sampling
  2. Wawancara dilakukan secara langsung (face to face interview) dengan menggunakan kuesioner terstruktur
  3. Penentuan responden menggunakan metode Kish Grid
  4. Data pemilih yang dijadikan dasar untuk menentukan responden adalah data yang berasal dari KPUD

TAHAPAN SURVEI

  1. Identifikasi Permasalahan
  2. Penentuan Variabel
  3. Persiapan Survei
  4. Pelaksanaan Survei
  5. Pengujian Sampel
  6. Pengolahan Data
  7. Analisis dan Diskusi
  8. Pelaporan Penelitian
  9. Presentasi hasil survei